Judul Artikel : Metode Penelitian Pendidikan Dasar: Kajian Perspektif Filsafat Ilmu
Penulis: Mujtahidin & M. Luthfi Oktarianto
Penerbit : TERAMPIL Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, Vol. 9 No. 1
Sitasi (APA Style)
Mujtahidin, & Oktarianto, M. L. (2022). Metode penelitian pendidikan dasar: Kajian perspektif filsafat ilmu. TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 9(1), 107–118.
Ulasan Singkat
Artikel ini membahas landasan filosofis metode penelitian dalam bidang pendidikan dasar dengan menempatkan penelitian sebagai instrumen utama untuk mencari kebenaran ilmiah sekaligus memecahkan berbagai persoalan pendidikan. Penulis berangkat dari pandangan bahwa pendidikan dasar sebagai suatu disiplin ilmu tidak dapat berkembang tanpa dukungan metode penelitian yang kuat, sistematis, dan memiliki dasar filosofis yang jelas. Oleh karena itu, artikel ini berupaya menjelaskan hubungan antara filsafat ilmu, metode ilmiah, dan berbagai pendekatan penelitian yang relevan untuk mengembangkan ilmu pendidikan dasar.
Melalui kajian literatur, artikel ini menjelaskan bahwa metode penelitian ilmiah pada hakikatnya merupakan bagian dari tradisi filsafat ilmu yang bertujuan menemukan kebenaran. Pembahasan dimulai dari berbagai teori kebenaran yang berkembang dalam filsafat, mulai dari rasionalisme, empirisme, pragmatisme, teori konsensus, hingga falsifikasi Karl Popper. Perspektif tersebut menunjukkan bahwa penelitian bukan sekadar kegiatan teknis mengumpulkan data, melainkan proses ilmiah yang didasarkan pada cara pandang tertentu tentang hakikat pengetahuan, realitas, dan kebenaran. Dengan demikian, setiap metode penelitian sesungguhnya memiliki fondasi filosofis yang memengaruhi cara peneliti memahami dan menjelaskan suatu fenomena.
Salah satu kontribusi utama artikel ini adalah pemetaan tiga pendekatan besar dalam penelitian pendidikan dasar, yaitu pendekatan positivistik, interpretatif, dan kritis. Pendekatan positivistik menekankan pada fakta-fakta empiris yang dapat diukur dan diuji secara objektif melalui penelitian eksperimen, survei, maupun penelitian pengembangan. Pendekatan ini banyak digunakan untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran, hasil belajar, motivasi, maupun berbagai variabel psikologis yang dapat diukur secara kuantitatif. Di sisi lain, pendekatan interpretatif lebih berorientasi pada pemahaman makna subjektif suatu fenomena melalui penelitian kualitatif seperti studi kasus, fenomenologi, etnografi, dan penelitian lapangan. Sementara itu, pendekatan kritis berupaya membangun kesadaran dan perubahan sosial melalui penelitian tindakan, penelitian kebijakan, maupun penelitian yang berorientasi pada pemberdayaan dan transformasi pendidikan.
Artikel ini juga menunjukkan bahwa perkembangan penelitian pendidikan dasar tidak dapat dilepaskan dari perkembangan ilmu psikologi, sosiologi, dan ilmu perilaku lainnya. Pada awalnya penelitian pendidikan banyak menggunakan pendekatan kualitatif, kemudian berkembang ke arah kuantitatif seiring munculnya berbagai teori pengukuran dan statistik. Namun, perkembangan metodologi kontemporer menunjukkan bahwa tidak ada satu pendekatan yang sepenuhnya mampu menjawab seluruh persoalan pendidikan. Oleh karena itu, penggunaan metode campuran (mixed methods) menjadi semakin penting karena memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terhadap fenomena pendidikan yang kompleks.
Dalam konteks pendidikan dasar di Indonesia, artikel ini memiliki relevansi yang tinggi karena berbagai tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan hasil belajar akademik, tetapi juga menyangkut isu karakter, literasi, motivasi belajar, kompetensi guru, ketimpangan akses pendidikan, hingga tantangan era digital. Beragam persoalan tersebut membutuhkan pendekatan penelitian yang tepat agar solusi yang dihasilkan memiliki dasar ilmiah yang kuat. Artikel ini memberikan pemahaman bahwa pemilihan metode penelitian seharusnya didasarkan pada karakteristik masalah yang dikaji, bukan sekadar mengikuti tren metodologis tertentu. Secara keseluruhan, artikel ini memberikan kontribusi penting dalam memperkuat literasi metodologi penelitian bagi mahasiswa, guru, dan peneliti pendidikan dasar. Dengan menjelaskan keterkaitan antara filsafat ilmu dan metode penelitian, artikel ini membantu pembaca memahami bahwa penelitian bukan hanya aktivitas akademik untuk menghasilkan data, melainkan proses ilmiah untuk membangun pengetahuan, mengembangkan teori, dan memperbaiki praktik pendidikan. Pemahaman filosofis semacam ini menjadi bekal penting bagi pengembangan penelitian pendidikan dasar yang lebih kritis, reflektif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan.


