Pengembangan Buku Cerita Anak Berbasis Dilema Moral

Pengembangan Buku Cerita Anak Berbasis Dilema Moral

Judul Artikel : Analisis Kelayakan Pengembangan Buku Cerita Anak Berbasis Teori Perkembangan Moral Kohlberg pada Mata Pelajaran PKn di Sekolah Dasar


Penulis: Mujtahidin, Hartini, & Harun Al Rasyid

Penerbit : Prosiding Seminar Nasional PGSD UNIKAMA

()

Sitasi (APA Style)

Mujtahidin, Hartini, & Al Rasyid, H. (2017). Analisis kelayakan pengembangan buku cerita anak berbasis teori perkembangan moral Kohlberg pada mata pelajaran PKn di sekolah dasar. Prosiding Seminar Nasional PGSD UNIKAMA, 1, 470–481.


Ulasan Singkat

Artikel ini membahas pengembangan buku cerita anak berbasis teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg sebagai bahan ajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah dasar. Penelitian dilatarbelakangi oleh masih dominannya pembelajaran PKn yang berorientasi pada penyampaian pengetahuan melalui metode ceramah, sehingga proses penanaman nilai dan pembentukan karakter belum berlangsung secara optimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penulis mengembangkan buku cerita anak yang memuat situasi dilema moral sehingga siswa tidak hanya memahami nilai secara teoritis, tetapi juga dilatih untuk melakukan pertimbangan moral terhadap berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka.

Penelitian menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (research and development) dengan mengadaptasi model Borg dan Gall. Produk yang dikembangkan diuji pada siswa kelas II SDN Telang 1 Kecamatan Kamal, Bangkalan. Analisis kelayakan dilakukan melalui penilaian ahli, respon siswa, respon guru, aktivitas belajar siswa, serta penilaian sikap siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan buku cerita yang dikembangkan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku cerita anak yang dikembangkan memperoleh penilaian sangat baik dari berbagai aspek. Respon siswa terhadap penggunaan buku cerita mencapai 97,50% dengan kategori “sangat menarik”, sedangkan respon guru mencapai 97,00% dengan kategori “sangat mudah” diterapkan dalam pembelajaran. Selain itu, aktivitas belajar siswa selama pembelajaran menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi dengan persentase 91,80%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan cerita berbasis dilema moral mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran PKn serta mendorong mereka untuk lebih aktif berdiskusi dan mengemukakan alasan atas pilihan moral yang diambil.

Aspek yang paling menarik dari penelitian ini adalah adanya peningkatan sikap siswa setelah mengikuti pembelajaran. Sebelum penggunaan buku cerita, masih terdapat siswa yang berada pada kategori sikap rendah. Namun setelah pembelajaran berlangsung, sebagian besar siswa berada pada kategori “sangat baik” dan tidak ditemukan lagi siswa yang berada pada kategori sikap rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa cerita yang memuat konflik dan dilema moral dapat menjadi sarana efektif untuk membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan perilaku moral lainnya secara lebih bermakna.

Artikel ini memberikan gambaran bahwa pendidikan karakter akan lebih efektif apabila dikembangkan melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan dekat dengan dunia anak. Cerita tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan atau sarana literasi, tetapi juga dapat menjadi wahana refleksi moral yang membantu peserta didik memahami alasan di balik suatu tindakan serta konsekuensi dari keputusan yang diambil. Pendekatan ini sejalan dengan teori perkembangan moral Kohlberg yang menekankan pentingnya dialog dan penalaran moral dalam membentuk kematangan karakter peserta didik. Dalam konteks pendidikan dasar di Indonesia, penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran PKn tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan konsep kewarganegaraan, tetapi juga harus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir moral. Penggunaan buku cerita anak berbasis dilema moral dapat menjadi alternatif inovatif dalam membangun karakter sejak usia dini, sekaligus menumbuhkan kemampuan refleksi, empati, dan tanggung jawab sebagai fondasi penting bagi pembentukan warga negara yang berkarakter sesuai nilai-nilai Pancasila.


Jenis Karya :
Korespondensi : ,
Bidang Kajian : ,