Jetayu Care
Transformasi digital telah mengubah secara fundamental lanskap sosial masyarakat Indonesia dan membawa implikasi serius terhadap kesehatan mental remaja. Laporan Digital 2026 Global Overview mencatat bahwa 6,04 miliar penduduk dunia telah menggunakan internet dengan 5,66 miliar pengguna media sosial aktif, sementara di Indonesia terdapat 230 juta pengguna internet dan 180 juta pengguna media sosial dengan pertumbuhan 26% year-on-year. Artikel ini mengkaji implementasi Jetayu Care, platform deteksi dini gejala kesehatan mental remaja berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan dalam kerangka Direct Citizen Pedagogy (DCP) dan diterapkan pada komunitas Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Socah, Bangkalan. Melalui pendekatan konseptual-analitis, artikel ini mengidentifikasi bahwa dinamika sosial digital menghasilkan tantangan baru seperti kesenjangan digital, perundungan siber, dan peningkatan prevalensi gangguan psikologis, sekaligus membuka peluang intervensi berbasis komunitas dan teknologi. Jetayu Care mengintegrasikan enam modul utama dan mengadopsi empat pilar DCP serta siklus 3F-RVLM. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi AI berbasis nilai dan pedagogi reflektif dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi dinamika sosial digital secara adaptif dan berkelanjutan, khususnya pada komunitas remaja berbasis organisasi keagamaan.




